Skip to main content

TELAAH FATWA HARAM GOLPUT

TELAAH FATWA HARAM GOLPUT
Oleh: Kholil Misbach, Lc
Demokrasi, pemilu, pmerintahan republik merupakan hal yang baru dalam Islam. Ia termasuk hukum-hukum yang bisa diambil melalui jalan ijtihad. Bagi ulama yang benar dalam menghukumi perkara ijtihad maka ia mendapat satu pahala sedangkan apabila ia tersalah dalam menghukuminya maka ia mendapat satu pahala. Islam sendiri dalam hal ini hanya memberikan uraian global yang mengatur sistem pemerintahan dan jalan pengambilan keputusan yaitu menggunakan asas musyawarah.
Allah sendiri memuji kaum muslimin yang bermusyawarah dalam urusan mereka (wa amruhum syura bainahum). Allah juga menyuruh baginda Nabi saw untuk meminta musyawarah kepada para Sahabatnya (wa syawirhum fil Amri).


Permusyawaratan ini sangat penting guna mencegah konflik yang bisa terjadi jikalau tidak ada kesepahaman. Dalam musyawarah inilah setiap pihak menentukan sikap dan pendapatnya menurut argumen masing-masing.
Golput dalam hal ini bisa dianalogikan seperti bersikap diam dan pasif dalam bermusyawarah tanpa memberikan hak pendapatnya. Bolehkah seseorang absen dalam bermusyawarah? Tentunya hal ini diperbolehkan dengan syarat tidak mengacau dan memprovokasi hasil-hasil musyawarah yang telah disetujui mayoritas.
Tentunya sangat lebih arif jika penolakan terhadap sesuatu dalam pemilu diungkapkan dengan sikap proaktif demi kemajuan bangsa dan untuk mengurangi timbulnya perpecahan dalam tubuh umat. Bukannya dengan GOLPUT dan sikap apatis yang berlebihan terutama di negeri yang mengusung nilai-nilai demokrasi sebagai landasannya. Wallahu A’lam.


Comments

Popular posts from this blog

APAKAH TELUR NAJIS

Apakah Telur Najis oleh: Kholil Misbach, Lc Ada pertanyaan dari kawan tentang kenajisan telur hal itu dari artikel yang ia baca dalam sebuah postingan blog, dalam postingan tersebut menyatakan bahwa telur adalah najis karena keluar dari dubur ayam sehingga bercampur dengan kotoran ayam yang najis, barang yang kena najis adalah najis pula maka wajib membasuh telur sebelum digunakan. Aku ingin berusaha menjawab pertanyaan tersebut secara fikih dengan menyebutkan dalil-dalil semampunya. Menurut imam Nawawi dalam Kitabnya Al Majmu' Sebagai berikut: ( فرع) البيض من مأكول اللحم طاهر بالاجماع ومن غيره فيه وجهان كمنيه الاصح الطهارة (Cabang) Telur dari binatang yang dimakan dagingnya adalah suci secara ijmak. Adapun telur yang keluar dari binatang yang tidak dimakan dagingnya ada dua pendapat sebagaimana khilaf dalam maninya, yang paling shahih adalah suci. Keterangan: Jadi telur binatang yang halal dimakan seperti ayam, bebek, angsa, burung dsb adalah suci dan tidak najis. Berbeda dengan t

Terjemah kitab Fathul Wahhab karya Abu Zakaria Al Anshori

 Kitab Ath Thaharah (Bersuci) Kitab secara bahasa adalah menggabungkan dan mengumpulkan, secara istilah adalah nama dari  berbagai kumpulan khusus dari ilmu yang terdiri dari beberapa bab dan pasal biasanya. Thaharah secara bahasa adalah النظافة والخلوص من الادناس  Bersih dan terbebas dari kotoran-kotoran. adapun menurut Syariat thaharah adalah رفع حدث او ازالة نجس او ما في معناهما وعلى صورتهما "Mengangkat hadats atau menghilangkan najis atau sesuai makna keduanya atau sesuai gambarannya seperti tayammum dan mandi-mandi sunnah, tajdidul wudlu (memperbarui wudlu) dan basuhan kedua dan ketiga, semuanya termasuk macam-macam bersuci. (Bersambung)

VATIKANPUN AKAN MENJADI MILIK UMAT ISLAM

oleh: Kholil Misbach, Lc Romawi pada masa terdahulu merupakan negara adidaya yang sangat kuat dan kaya, saking besarnya kekuatan Romawi ini sampai ada surat yang menceritakan kisahnya yaitu surat Ar Rum yang berarti bangsa Romawi, walaupun besar, kuat dan adidaya karena tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya Muhammad saw maka negeri inipun akan hancur dan ditaklukkan oleh kaum muslimin. semoga Allah menjadikan kita sebagai penakluknya.  Sebuah berita bahagia bagi kaum muslimin bahwa vatikanpun kelak akan menjadi milik kaum muslimin, dalam sebuah riwayat:  Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”  [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]. Dari Abu Qubail berkata: Saat kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu ; Konstantinopel atau Rumiyah?  Abdullah mem