INGAT


Annasu niyaamun wa idza maatu intabahu ( manusia itu seakan2 tidur dan jikalau mereka mati mereka baru tersadar)..memang manusia itu tidur dlm senda guraunya, dlm mengumpulkan dunianya, byk makan yg haram..byk lupa akan janji2nya, malas berbuat baik, tidur dlm kesombongannya dan tidur dlm kelalaiannya..mereka lupa kalau sudah mati mrk sendiri, ditanya malaikat sendiri, gak ada kuasa hukum,tdk berguna lagi harta dan jabatan,mrk sadr klo nyawa dah ditenggorokan dan pintu taubat dah ditutup rapat..smg kita selamat dunia akhirat..amin

MALU


oleh: Kholil Misbach, Lc

Diriwayatkan oleh Imran bin Hashin berkata: Bersabda Rasulullah saw: MaLu tidaklah datang kecuali dengan kebaikan...(HR. Bukhari Muslim)

Memang malu akan membawa kebaikan sebagaimana sabda beliau, malu yang dimaksud disini adalah malu melakukan segala hal yang dosa dan hal-hal yang tidak pantas dan patut. 

di era globalisasi ini budaya malu sudah mulai berkurang dan tergeser dengan budaya buka-bukaan ala Barat, di alun-alun, di tempat wisata sering kita lihat budaya malu sudah tidak dipedulikan lagi.,..

malu bukan berarti tidak pede akan tetapi ia sifat menjaga diri untuk berbuat yang tidak benar dan tidak pantas,...jangan malu bertanya, jangan malu berbisnis akan tetapi malulah saat kita meminta-minta kepada sesama. Wallahu A'lam

penulis: Alumnus al Azhar University, bekerja sebagai penerjemah bahasa Arab

pencarian jati diri

oleh: Kholil Misbach

Memang globalisasi sangat berdampak pada tereliminasinya kebudayaan lemah, perlu jatidiri yang kuat dan kokoh untuk mempertahankan eksistensi diri. Bangsa yang tidak mengenal dirinya sendiri, mudah dihegemoni oleh kebudayaan kuat dari luar, secara perlahan akan lenyap eksistensinya. Untuk itulah perlu sebuah bangsa mencari karakter ataupun jatidiri (self discovering), Jati diri kita adalah insan muslim yang berakhlak baik, jika sebuah bangsa sudah hilang jati diri dan budi pekertinya maka sebenarnya bangsa ini masih dan akan selalu terjajah walaupun sudah merdeka puluhan tahun lamanya.


VATIKANPUN AKAN MENJADI MILIK UMAT ISLAM


oleh: Kholil Misbach, Lc

Romawi pada masa terdahulu merupakan negara adidaya yang sangat kuat dan kaya, saking besarnya kekuatan Romawi ini sampai ada surat yang menceritakan kisahnya yaitu surat Ar Rum yang berarti bangsa Romawi, walaupun besar, kuat dan adidaya karena tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya Muhammad saw maka negeri inipun akan hancur dan ditaklukkan oleh kaum muslimin. semoga Allah menjadikan kita sebagai penakluknya. 

Sebuah berita bahagia bagi kaum muslimin bahwa vatikanpun kelak akan menjadi milik kaum muslimin, dalam sebuah riwayat: Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].
Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma?Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)
Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim. Adz-Dzahabi sepakat dengan al-Hakim. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi berkata: Hadits ini hasan sanadnya. Al-Albani sependapat dengan al-Hakim dan adz-Dzahabi bahwa hadits ini shahih. (Lihat al-Silsilah al-Shahihah 1/3, MS)
Ada dua kota yang disebut dalam nubuwwat nabi di hadits tersebut;
1. Konstantinopel
Kota yang hari ini dikenal dengan nama Istambul, Turki. Dulunya berada di bawah kekuasaan Byzantium yang beragama Kristen Ortodoks. Tahun 857 H / 1453 M, kota dengan Benteng legendaris tak tertembus akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad al-Fatih.
2. Rumiyah
Dalam kitab Mu’jam al-Buldan dijelaskan bahwa Rumiyah yang dimaksud adalah ibukota Italia hari ini, yaitu Roma. Para ulama termasuk Syekh al-Albani pun menukil pendapat ini dalam kitabnya al-Silsilah 
al-Ahadits al-Shahihah.
Benteng Konstaninopel sudah berusaha di taklukaan sejak 1100 tahun sebelumnya mulai dari zaid bin muawiyah- sultan murad 2.
Akhirnya konstantinopel di taklukkan setelah pengepungan 50 hari lebih pada 1453 M.  pelajaran apa yang bisa kita petik  dari muhammad al fatih?
1) Muhammad Al Fatih merupakan pemuda yang masih belia usianya kurang dari 21 tahun saat penaklukkan.
2) Pemuda yang sangat percaya dengan bisyaroh rasulullah bahwa sebaik-baik pemimpin ialah yang memimpin  penaklukan konstantinopel dan roma
3) Pemuda yang melayani masyarakat dengan semangat setiap harinya di siang hari  dan di malam hari bertaqarub terus dengan ilahi.
4) Dia mengumpulkan pasukan-pasukan  terbaik di masa itu ,yaitu pasukan inkisariyah
5) Dia menguasai geopolitik dengan mendirikan 2 benteng di sekitar konstantinopel sehingga memutus logistik konstantinopel dari eropa.
6)Al Fatih  mempersiapannya dengan membangun benteng sepanjang 30 ribu km2 dalam waktu kurang dari 4 bulan. ini yang membedakan orang serius dengan yang tidak serius.
7)menyiapkan meriam raksasa yang terbesar di masa itu. dia kerahkan hal-hal yang baru di masa itu dengan membariskan 250 ribu pasukan ( 2x lipat jumlah pasukan alexander agung)
8)Muhammad al fatih mengerahkan segala cara, sisi darat dan laut untuk mengalahkan Romawi dan tidak mudah putus asa.
9) memindahkan 70  kapal melewati bukit  dalam waktu SEMALAM. suatu serangan mendadak yang tidak diduga-duga oleh pihak musuh. 
10)mendirikan  menara-menara bergerak
11) membangun terowongan-terowong yang menggetarkan penduduk  konstantinopel
al fatih di bimbang langsung dengan gurunya , Ustad Syamsudin , sehingga saaat penaklukan konstantinopel , al fatih satu-satunya orang yang tidak pernah meninggalkan sholat tahajud, tidak pernah masbuq sholat berjamaah, tidak pernah meninggalkan sholat dhuha. iya satu-satunya..
pelajaran berharga buat kita semua adalah modal keimanan/ketakwaan  tidak cukup untuk menaklukkan dunia ini, namun juga menguasai hal- hal yang teknis secara expert, sangat serius untuk mempersiapkan hal itu semua.
muhammad al fatih menguasai 7 bahasa, hafal peta semua kerajaan-kerajaan di eropa beserta sejarah mereka semua,  belajar  kisah Nabi saw dengan baik dan sejarah-sejarah generasi shahabat dan generasi selanjutnya,  mengumpulkan pasukan terbaik ( pasukan elit inkisariyah ), melatih keimanan pasukannya.

Demikianlah semua kemenangan dan peristiwa baik sesudah maupun sebelumnya adalah atas kehendak Allah. (surat Ar Rum ayat 4)

Janji Allah adalah sebenar-benar janji, Allah SWT berfirman: "Janji Allah, Allah tidak akan menyalahi janji-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (surat Ar Rum 6)

Semua ramalan atau nubuat dari nabi saw pasti benar adanya, tidak ada keraguan di dalamnya. sebagaimana kota Konstantinopel bisa ditaklukkan tentara Turki Usmani maka Vatikanpun akan ditaklukkan oleh kaum muslimin, sekarang kaum muslimin mana yang akan menaklukkannya? 

kalau masa Turki Usmani mereka mampu membuat meriam terbesar pada zamannya dengan bobot 18 ton maka apakah sekarang kita mau dan siap membuat senjata tercanggih di jaman ini. 

jawabannya ada pada diri kita semua kaum muslimin, keimanan dan keislaman kita yang kuat akan menghancurkan sebesar apapun kekuatan musuh, jikalau tidak ada keimanan dan keislaman itu, niscaya Allah akan merendahkan kita sehingga menjadi budak dan kaki tangan dari negara-negara asing... Wallahu A'lam

penulis adalah alumnus Al Azhar University Cairo Mesir

Hukum Mengucapkan Selamat Natal

oleh: Kholil Misbach, Lc

Hukum merayakan ritual natal semua ulama sepakat akan keharamannya. adapun mengucapkan selamat hari natal, sebagian ulama menyatakan akan keharaman mengucapkannya,  Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.
Diantara bentuk-bentuk tasyabbuh :
1. Ikut serta didalam hari raya tersebut.
2. Mentransfer perayaan-perayaan mereka ke neger-negeri islam.
Mereka juga berpendapat wajib menjauhi berbagai perayaan orang-orang kafir, menjauhi dari sikap menyerupai perbuatan-perbuatan mereka, menjauhi berbagai sarana yang digunakan untuk menghadiri perayaan tersebut, tidak menolong seorang muslim didalam menyerupai perayaan hari raya mereka, tidak mengucapkan selamat atas hari raya mereka serta menjauhi penggunaan berbagai nama dan istilah khusus didalam ibadah mereka.

Adapun menurut para ulama yang kontemporer seperti Syekh Yusuf Qardlowi menyatakan bahwa  bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah didalam mengharamkan pengucapan selamat hari-hari Agama orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Aku (Yusuf al Qaradhawi) membolehkan pengucapan itu apabila mereka (orang-orang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin, terlebih lagi apabila ada hubungan khsusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat, tetangga rumah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Hal ini termasuk didalam berbuat kebajikan yang tidak dilarang Allah swt namun dicintai-Nya sebagaimana Dia swt mencintai berbuat adil. Firman Allah swt :Artinya :
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8)
Terlebih lagi jika mereka mengucapkan selamat Hari Raya kepada kaum muslimin. Firman Allah swt :
وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا ﴿٨٦﴾
Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

Menurut saya secara pribadi pendapat jumhur ulama kontemporer lebih kuat dan tepat mengingat lebih memperhatikan toleransi beragama tanpa menodai ajaran-ajaran agama, dan ucapan selamat natal ini sangat tergantung dengan niatnya seseorang, jikalau seorang muslim datang ke gereja mengucapkan selamat natal lalu ikut perayaan ritualnya maka jelas sekali hal ini haram hukumnya, adapun jika seorang muslim bertemu dengan tetangganya di depan rumah lalu ia mengucapkan selamat natal maka tidak ada dosa baginya... Wallahu A'lam

Penulis adalah Alumnus Al Azhar University Cairo Egypt 

Rubahlah menjadi lebih baik dengan cara Baik

oleh Kholil Misbach, Lc

Dalam kaidah fikih disebutkan bahwa kemadhorotan itu dihilangkan (Adl Dlororu Yuzalu), segala bentuk maksiat, dekadensi moral, bahkan batu di jalan raya yang membahayakan harus dihilangkan sehingga tidak ada lagi kemadlorotan lagi. 

akan tetapi untuk merubah kemungkaran, bahaya dan segala yang madlarat tidak boleh asal-asalan dengan kasar, dengan kekerasan dan dengan cara-cara yang mendatangkan bahaya yang lebih besar. kalau hal ini dilakukan maka bagaikan menghilangkan lalat dengan cara menembaknya dengan meriam dan mortir, yang jadi malah kehancuran yang lebih besar.

untuk itulah datang kaidah fikih penjelas dari kaidah di atas dengan ditambah bahwa kemadlorotan itu tidak dihilangkan dengan kemadlorotan yang semisalnya.( Adl Dlororu la Yuzalu bimitslihi). jadi segala amar makruf nahi mungkar harus dilakukan dengan cara yang baik, memperbaiki sesuatu dengan cara yang baik, mendidik anak dengan cara yang lembut dan sebagainya.

adapun menghilangkan kemadloratan dengan bahaya dan resiko yang lebih kecil maka hal itu diperbolehkan, seperti dibolehkannya mengusir musuh dengan mengorbankan jiwa dan raga. demikianlah Islam itu indah dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Wallahu A'lam

Penulis: Alumnus Al Azhar University, Cairo Mesir

Kakek Pemegang Tongkat


oleh: Kholil Misbach, LC

Memang, menjadi tenaga haji sangat menyenangkan dan menenangkan..kenapa tidak, selain kita bisa bersafari rohani kitapun bisa berhaji dan beribadah kepada ilahi..seperti biasanya aku jikalau pulang dari kantor di sektor tiga Madinah dekat kuburan Baqi' aku sering jalan kaki menuju pemondokan. jaraknya kurang lebih 4 km, suatu saat aku yang memakai baju petugas dipanggil oleh seorang ibu-ibu dengan berteriak,,,pak-pak ada orang sesat di sini, ia ingin masuk bersama kita padahal ia bukan rombongan kita..kakek ini malah memukul-mukul dengan tongkatnya mereka yang melarang kakek ini masuk..iya tah bu..jawabku.

Aku lalu melihat gelang yang ada di tangan kakek tersebut, memang kakek tersebut tinggalnya tidak di hotel tersebut, akan tetapi saat di ajak ke penginapannya, kakek ini marah dan bersikukuh, ia tetap merasa benar,,malah ia hendak memukulkan tongkat yang berkepala ular ke arahku..kakek ini sangat tua sekali umurnya sekitar 70 an, setelah sulit membujuk kakek ini untuk di antar ke hotelnya tidak di gubris akhirnya akupun menuruti kakek ini naik ke lift, aku tanya lantai berapa pak? ia menjawab: lantai 5, ok akupun ajak bapak tersebut naik ke atas pakai lift ke lantai 4, setelah sampai lantai 4 saat pintu lift ke buka, aku larang kakek itu keluar dan bilang, ini lantai 4 kek, aku langsung cepat2 tekan lift lagi ke lantai ground atau lantai dasar,dengan harapan agar kakek ini mau keluar dari hotel tersebut,,,,sampai lantai dasar aku bilang udah sampai kek,,,ayo ikut aku...alhamdulillah kakek ini percaya, akan tetapi saat mau keluar hotel ia tahu juga kalau sedang kutipu dengan bujukan...akhirnya ia malah mukul-mukulin tongkatnya ke badanku, alhamdulillah tidak kena.. akhirnya iapun kita paksa kakek tersebut bersama beberapa petugas temenku yang akhirnya datang ke lokasi..kakek inipun kita bawa ke hotelnya...ya Allah ternyata jamaah haji kita kebanyakan orang-orang tua yang banyak sekali di antara mereka butuh ada yang mendampingi.

Semoga bohongku tidak termasuk dosa di sisi Allah SWT...

Penulis adalah Alumnus al Azhar Mesir