Skip to main content

Posts

Keutamaan Jujur

oleh: Kholil Misbach Jujur merupakan sikap terpuji yang dianjurkan oleh agama, ia selalu bersanding dengan kebenaran yang harus dikawal dan ditegakkan, bahkan Allah SWT menyebut diri-Nya dengan Al-Haq yang artinya Mahabenar. Begitu juga para nabi dan Rasul-Nya selalu mempunyai sifat Ash-Shidq yang berarti jujur.Jujur mempunyai banyak manfaat dan khasiat bagi pelakunya baik di dunia maupun di akhirat. Setidaknya ada enam manfaat bagi orang yang jujur dalam perkataan maupun perbuatannya. Pertama, perasaan enak dan hati tenang, jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang karena ia tidak takut akan diketahui kebohongannya. Baginda Rasul SAW bersabda, ”Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju perkara yang tidak meragukanmu, sesungguhnya jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah keraguan.” (HR Turmudzi dari riwayat Hasan bin Ali). Kedua, mendapatkan keberkahan dalam usahanya. Rasulullah SAW bersabda, ”Dua orang yang berjual beli mempunyai pilihan (untuk melanjutkan transaksi a...

WUDHU DAN EFISIENSI

Kholil Misbach Suatu saat Rasulullah SAW menemui sahabat Sa’ad yang sedang berwudhu. Ia berwudhu dengan banyak menggunakan air. Melihat hal ini Rasulullah SAW menegurnya. “ Mengapa engkau berbuat boros, wahai Sa’ad?” Sa’ad menjawab, “Apakah dalam air juga ada pemborosan?” “Ya, walaupun engkau berada di sungai maupun lautan,” jawab Nabi SAW (HR Ahmad dan Ibn Majah dari hadis Ibnu Umar). Rasulullah SAW melarang umatnya berbuat boros dalam segala hal, kendatipun itu untuk keperluan berwudhu. Meski, Rasulullah SAW tetap menyuruh umatnya untuk berwudhu secara sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat menganjurkan umatnya untuk efisien dalam hal apapun, “Sebaik baik perkara adalah pertengahannya,” begitulah sabda Nabi SAW yang telah menjadi teladan dan panutan bagi umatnya. Hampir semua kebajikan berada di tengan dua perangkap setan, yaitu berlebihan dan kekurangan. Ini dapat dicontohkan dari s...

Mulailah yang terdekat

oleh: Kholil Misbach, Lc Manusia sering berangan-angan tinggi hingga ingin menaklukkan planet-planet lain. bahkan ada manusia yang mengaku tuhan dan ingin mengalahkan Allah. Itulah manusia, hidupnya hanya sementara sedangkan keinginannya tiada batasnya, dan selama manusia hidup selama itu pula ia punya impian dan obsesi tinggi. Mulailah dari yang terkecil dan terdekat, karena dari situ segala keinginan besar akan terwujud. tentukanlah kemana akan melangkah. Baginda Nabi saw telah menganjurkan agar seseorang berbuat baik kepada orang yang paling dekat, yaitu anak, keluarga, dan kerabat. "Mulailah dengan orang yang kamu tanggung, dan tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah (HR. Muslim) Memang, sebuah gunung yang tinggi tidak akan mampu kita daki sampai puncak tanpa melewati jalan setapak, kita juga tidak bisa loncat ke lantai paling atas gedung pencakar langit tanpa melalui dari bawah dulu. ini membuktikan bahwa kita mesti mulai dari kecil, tidak apa...

Doa dan Cita-cita

oleh: Kholil Misbach, LC Doa adalah intinya ibadah, begitulah arti cuplikan hadits Nabi saw. tidak ada satu ibadahpun kecuali di dalamnya ada doa. Doa sendiri menurut penulis merupakan simbol akan cita-cita orang yang berdoa, orang meminta kekayaan berarti ia bercita-cita menjadi orang kaya. Sebaik-baik doa adalah sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, untuk itulah tidak ada cita-cita tertinggi kecuali sesuai dengan doa-doa yang diajarkan Rasul saw. Adakah cita-cita yang melebihi akan kebaikan dunia dan akhirat sebagaimana doa Rabbana Atina fid Dunya Hasanah wafil Akhirati Hasanah. Seseorang yang mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhiratnya kemudian dijauhkan dari neraka itulah sebenar-benar orang yang mendapat untung dan orang yang sudah mencapai cita-citanya. Dengan doa manusia mempunyai pegangan hidup karena ia tahu kelemahan dirinya, dan orang yang berdoa juga tahu bahwa di sana ada Allah Yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. walaupun demikian banyak sekali manusia y...

MENJADI KUNANG-KUNANG

oleh:Kholil Misbach, LC Kunang-kunang sangat akrab dengan kita di malam hari, sungguh ia merupakan binatang yang bisa menyinari dirinya sendiri jadi bagaikan lampu yang tanpa bahan bakar. Menurut saya manusia kalau bisa menjadi matahari, kalau nggak bisa menjadi lampu, dan kalau nggak bisa menjadi kunang-kunang. Manusia yang menjadi matahari adalah manusia yang mampu menyinari masyarakat banyak, ia menjadi teladan masyarakat. Adapun manusia yang menjadi lampu adalah manusia yang mampu menyinari keluargnya, adapun menjadi kunang-kunang adalah manusia yang menyinari dirinya sendiri. Jangan sampai manusia menjadi kurang dari kunang-kunang, karena ia akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Coba lihatlah diri kita sendiri apakah kita jadi lampu atau kunang-kunang..ato hanya binatang laron yang membakar dirinya sendiri. Semakin besar sumbangsih kita kepada agama maka semakin besar cahaya kita. Semoga kita semua menjadi pribadi yang baik dan bisa memperbaiki sekitarnya. Ami...

Subhanallah Air hina itu bisa berubah manusia

oleh: Kholil Misbach, Lc Kalau anda lihat sebuah meja kosong tanpa ada makanan, lalu tiba-tiba ada banyak makanan tanpa ada yang membawanya, pasti anda akan heran dan takjub. Tapi kenapa banyak manusia tidak mengagungkan Allah Yang telah menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada. kita, orang tua kita, di sekitar kita semuaanya berasal dari yang tidak ada. Bahkan nama kitapun belum terdaftar dalam catatan sipil. Air hina (sperma) yang tidak berharga itulah asal manusia, setelah masuk di rahim berubah menjadi segumpal darah, segumpal daging, menjadi tulang, saraf dsb. Bahkan setelah lahirpun manusia berubah dari yang anak-anak hingga punya anak, dulu menikah sekarang sudah menikahkan dst. Hidup itu memang penuh perubahan, tidak ada yang langgeng di dunia ini. Tidak ada yang patut disombongkan, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bertakwa dan ketakwaan juga tidak patut disombongkan juga. Wallahu A'lam

Berwudlu dengan Air Yang kena polusi

oleh: KHOLIL MISBACH Sebenarnya masalah air (Al Ma`) sudah dibahas ulama berabad-abad yang lalu, hukum-hukum dari para ulama inipun menurutku masih sangat relevan dengan jaman sekarang tinggal pengembangan dan analoginya. Sungguh sangat hebat ulama dahulu, masalah kecil seperti air bejana besi yang dipanaskan matahari mereka berani menghukuminya adapun sekarang air-air yang tercemar jarang sekali ulama kita yang mengangkatnya ke permukaan. Adapun hukum air yang kena polusi merupakan sama pembahasannya dengan air bejana besi yang dipanaskan, air ini hukumnya makruh kalau untuk bersuci, karena dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit kusta. Saya sangat setuju sekali pendapat imam Syafii yang mengatakan: Air yang dipanaskan dengan matahari (Ma` Musyammas) hukumnya makruh jika menurut tabib hal itu bisa menyebabkan penyakit. Jikalau tabib mengatakan tidak apa2 maka hukumnya boleh. Begitu juga Air polusi, air itu hukumnya makruh digunakan bersuci jikalau tabib mengatakan bah...