Skip to main content

Posts

MENJADI KUNANG-KUNANG

oleh:Kholil Misbach, LC Kunang-kunang sangat akrab dengan kita di malam hari, sungguh ia merupakan binatang yang bisa menyinari dirinya sendiri jadi bagaikan lampu yang tanpa bahan bakar. Menurut saya manusia kalau bisa menjadi matahari, kalau nggak bisa menjadi lampu, dan kalau nggak bisa menjadi kunang-kunang. Manusia yang menjadi matahari adalah manusia yang mampu menyinari masyarakat banyak, ia menjadi teladan masyarakat. Adapun manusia yang menjadi lampu adalah manusia yang mampu menyinari keluargnya, adapun menjadi kunang-kunang adalah manusia yang menyinari dirinya sendiri. Jangan sampai manusia menjadi kurang dari kunang-kunang, karena ia akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Coba lihatlah diri kita sendiri apakah kita jadi lampu atau kunang-kunang..ato hanya binatang laron yang membakar dirinya sendiri. Semakin besar sumbangsih kita kepada agama maka semakin besar cahaya kita. Semoga kita semua menjadi pribadi yang baik dan bisa memperbaiki sekitarnya. Ami...

Subhanallah Air hina itu bisa berubah manusia

oleh: Kholil Misbach, Lc Kalau anda lihat sebuah meja kosong tanpa ada makanan, lalu tiba-tiba ada banyak makanan tanpa ada yang membawanya, pasti anda akan heran dan takjub. Tapi kenapa banyak manusia tidak mengagungkan Allah Yang telah menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada. kita, orang tua kita, di sekitar kita semuaanya berasal dari yang tidak ada. Bahkan nama kitapun belum terdaftar dalam catatan sipil. Air hina (sperma) yang tidak berharga itulah asal manusia, setelah masuk di rahim berubah menjadi segumpal darah, segumpal daging, menjadi tulang, saraf dsb. Bahkan setelah lahirpun manusia berubah dari yang anak-anak hingga punya anak, dulu menikah sekarang sudah menikahkan dst. Hidup itu memang penuh perubahan, tidak ada yang langgeng di dunia ini. Tidak ada yang patut disombongkan, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bertakwa dan ketakwaan juga tidak patut disombongkan juga. Wallahu A'lam

Berwudlu dengan Air Yang kena polusi

oleh: KHOLIL MISBACH Sebenarnya masalah air (Al Ma`) sudah dibahas ulama berabad-abad yang lalu, hukum-hukum dari para ulama inipun menurutku masih sangat relevan dengan jaman sekarang tinggal pengembangan dan analoginya. Sungguh sangat hebat ulama dahulu, masalah kecil seperti air bejana besi yang dipanaskan matahari mereka berani menghukuminya adapun sekarang air-air yang tercemar jarang sekali ulama kita yang mengangkatnya ke permukaan. Adapun hukum air yang kena polusi merupakan sama pembahasannya dengan air bejana besi yang dipanaskan, air ini hukumnya makruh kalau untuk bersuci, karena dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit kusta. Saya sangat setuju sekali pendapat imam Syafii yang mengatakan: Air yang dipanaskan dengan matahari (Ma` Musyammas) hukumnya makruh jika menurut tabib hal itu bisa menyebabkan penyakit. Jikalau tabib mengatakan tidak apa2 maka hukumnya boleh. Begitu juga Air polusi, air itu hukumnya makruh digunakan bersuci jikalau tabib mengatakan bah...

ABU HANIFAH DAN TUKANG ROTI

Suatu saat Abu Hanifah duduk di masjid, karena saking lamanya duduk hingga penjaga masjid yang tidak tahu bahwa ia Abu Hanifah menyuruh beliau keluar.Beliaupun enggan keluar beliau bertanya kenapa masjid harus ditutup? penjaga masjid ini mengatakan: Karena perintah setelah shalat masjid harus ditutup, beliau bertanya lagi: Lalu aku kemana kalau keluar dari masjid? Ya terserah anda kata penjaga masjid, Abu Hanifahpun keluar masjid dan duduk di depan pintu masjid. Melihat Abu Hanifah duduk di depan pintu masjid penjaga masjid itu marah dan mengatakan: Kenapa kau masih di sini, iapun menyuruh beliau pergi dan menyeret beliau di tengah jalan. Lalu lewatlah seorang penjual roti, sang penjual roti ini mengatakan kepada beliau tanpa mengetahui bahwa beliau Abu Hanifah: Anda orang asing, maukah kamu menginap semalam di rumahku? Beliaupun mengangguk. Abu Hanifah sang ulama besar ini seperti kebiasaan jarang tidur malam, di malam itu sang penjual roti lagi mempersiapkan adonan, sambi...

Daftar Buku-Buku Karya Buya Hamka

Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab. Si Sabariah. (1928) Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq),1929. Adat Minangkabau dan agama Islam (1929). Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929). Kepentingan melakukan tabligh (1929). Hikmat Isra' dan Mikraj. Arkanul Islam (1932) di Makassar. Laila Majnun (1932) Balai Pustaka. Majallah 'Tentera' (4 nomor) 1932, di Makassar. Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar. Mati mengandung malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934. Di Bawah Lindungan Ka'bah (1936) Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka. Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka. Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi. Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940. Tuan Direktur 1939. Dijemput mamaknya,1939. Keadilan Ilahy 1939. Tashawwuf Modern 1939. Falsafah Hidup 1939. Lembaga Hidup 1940. Lembaga Budi 1940. Majallah ...

Renungan malam khusus buatku

Wahai manusia anda sekarang masih hidup di dunia tengoklah orang-orang sekitar anda, jikalau mereka mati andapun akan mati seperti mereka, bahkan kakek-kakek kita dan kerabat kita sudah banyak yang mendahului kita. Apa yang bisa kita sombongkan di hadapan sang Maha Kuasa, kalau pangkat kita kita sombongkan Allah adalah Raja langi, bumi dan alam semesta, kalau yang kita sombongkan adalah harta maka bagi Allah apa yang ada di langit dan di bumi bahkan kekayaan manusia ada batas waktunya. Sungguh jikalau manusia sadar akan dirinya maka tidak ada manusia satupun yang sombong di dunia ini, kegagahan manusia adalah santapan cacing di alam kubur, keluarga yang dibanggakan kebanyakan lupa karena memikirkan dirinya sendiri. Di malam ini merenunglah sejenak akan dosa-dosa yang telah kita perbuat, dosa-dosa itu akan terampuni dan bersih jika kita mau sejenak bertaubat kembali kepadanya. lalu apa pasal manusia enggan kembali kepada-Nya. Itulah godaan syetan yang telah menghembuskan bisi...

BAGAIMANA MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI

Membangun kepercayaan diri Menurut Alexander Sriewijono, psikolog yang juga pendiri TALK-inc, School for TV Presenter-MC, seorang pembicara yang sukses selalu tahu cara membangkitkan kepercayaan dalam dirinya, sebaik ia tahu cara membawakan pidato atau presentasinya. Apalah artinya kata-kata yang hebat apabila tidak disertai keyakinan pada saat menyampaikannya. Untuk membangun kepercayaan diri, ada tiga strategi yang dapat dilakukan: Mengembangkan sikap matang, yang terdiri atas tiga hal: 1. Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasa takut yang muncul dalam dirinya, dan menjadikan emosi itu sebagai pemacu untuk bertindak sesuai tujuan yang ingin dicapai. 2. Tampilkan kematangan usia, sehingga Anda dapat menyampaikan gagasan dan perasaannya secara dewasa, asertif, dan profesional. Artinya, Anda tidak berbicara seperti remaja, menggunakan gaya bahasa remaja (kecuali saat berbicara di forum remaja), atau berpikir dangkal seperti remaja yang b...