Skip to main content

6 PELAJARAN DARI HIJRAH NABI SAW

 


Oleh Kholil Misbach Lc

Baru saja kita memperingati pergantian tahun baru Hijriah dari tahun 1443 H masuk 1444 H, pergantian tahun ini tak terlepas dari peristiwa hijrahnya Nabi saw. 

Setiap perjalanan Rasulullah merupakan pelajaran dan keteladanan terbaik bagi kita..

Ada banyak  pelajaran yang bisa kita ambil dari hijrahnya nabi Muhammad saw, setidaknya bisa kami sampaikan 6 pelajaran yaitu..

1. Perlunya perjuangan dalam mempertahankan Islam.

Beliau hijrah dari Makkah menuju Madinah dengan jarak 450,4 km kadang dengan berjalan kaki dan kadang dengan menunggang unta..aral rintangan dan dikejar-kejar kafir Quraisy menghiasi perjalanan beliau.

Sebenarnya baginda Nabi saw hanya berdoa pasti sudah dikabulkan oleh Allah..tidak usah beliau berjuang dan berperang. Tapi hal itu tidak beliau lakukan dan juga tidak diperintahkan oleh Allah SWT. hal ini menjadikan pelajaran bagi kita bahwa hidup adalah prinsip dan perjuangan.

Jangan sampai kita termasuk generasi rebahan dan bermalas-malasan dalam memberikan manfaat kepada agama dan masyarakat.

2. Dalam berbuat baik itu jangan sendirian..Lihatlah bagaimana baginda Nabi saw beliau hijrah tidak diam-diam, tapi beliau mengajak teman dekat beliau yaitu Abu Bakar Asshiddiq.

Kitapun perlu melakukan kebaikan dan mengajak dengan sopan, mulai yang terdekat untuk melakukan hal-hal yang baik. terutama keluarga kita dulu.

3. Membangun masjid..

Sesampai kanjeng nabi saw di Madinah, beliau mendirikan masjid pertama dalam Islam yaitu masjid Quba', masjid inilah yang disebut dalam alqur'an لمسجد اسس على التقوى

Yaitu masjid yang dibangun atas dasar takwa.

Masjid inilah tempat berkumpulnya ummat untuk beribadah dan bermusyawarah.

Kita yang menjadi umat beliau sebaiknya ikut memakmurkan rumah Allah yang ada di bumi ini.

Jangan sampai masjid rumah Allah ini kosong..mulailah dari diri dan keluarga kita sendiri.

Comments

Post a Comment

Silahkan Komentar Yg Positif

Popular posts from this blog

VATIKANPUN AKAN MENJADI MILIK UMAT ISLAM

oleh: Kholil Misbach, Lc Romawi pada masa terdahulu merupakan negara adidaya yang sangat kuat dan kaya, saking besarnya kekuatan Romawi ini sampai ada surat yang menceritakan kisahnya yaitu surat Ar Rum yang berarti bangsa Romawi, walaupun besar, kuat dan adidaya karena tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya Muhammad saw maka negeri inipun akan hancur dan ditaklukkan oleh kaum muslimin. semoga Allah menjadikan kita sebagai penakluknya.  Sebuah berita bahagia bagi kaum muslimin bahwa vatikanpun kelak akan menjadi milik kaum muslimin, dalam sebuah riwayat:  Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”  [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]. Dari Abu Qubail berkata: Saat kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu ; Konstantinopel atau Rum...

APAKAH TELUR NAJIS

Apakah Telur Najis oleh: Kholil Misbach, Lc Ada pertanyaan dari kawan tentang kenajisan telur hal itu dari artikel yang ia baca dalam sebuah postingan blog, dalam postingan tersebut menyatakan bahwa telur adalah najis karena keluar dari dubur ayam sehingga bercampur dengan kotoran ayam yang najis, barang yang kena najis adalah najis pula maka wajib membasuh telur sebelum digunakan. Aku ingin berusaha menjawab pertanyaan tersebut secara fikih dengan menyebutkan dalil-dalil semampunya. Menurut imam Nawawi dalam Kitabnya Al Majmu' Sebagai berikut: ( فرع) البيض من مأكول اللحم طاهر بالاجماع ومن غيره فيه وجهان كمنيه الاصح الطهارة (Cabang) Telur dari binatang yang dimakan dagingnya adalah suci secara ijmak. Adapun telur yang keluar dari binatang yang tidak dimakan dagingnya ada dua pendapat sebagaimana khilaf dalam maninya, yang paling shahih adalah suci. Keterangan: Jadi telur binatang yang halal dimakan seperti ayam, bebek, angsa, burung dsb adalah suci dan tidak najis. Berbeda dengan t...

Maksimal menggunakan Waktu

Waktu adalah harta paling mahal bagi manusia, kalau sudah habis waktunya kita tidak dapat menambah jatah waktu kita. Untuk itulah para sahabat dulu sangat serius dalam memanfaatkan waktunya. Lihatlah Umar bin Khattab sang Amirul Mukminin yang jarang tidur di waktu siang maupun malam..beliau menjawab alasannya: ان نمت الليل لاضيعن نفسي وان نمت النهار لاضيعن الرعية Artinya: Jika aku tidur malam maka aku telah menyia-nyiakan diriku, dan jikalau aku tidur di waktu siang maka aku telah menyia-nyiakan rakyat. Sebegitu sahabat Nabi saw, begitu juga Abu Bakar Ash Shiddiq. Suatu saat baginda Rasulullah bertanya: Siapakah yang puasa hari ini, aku jawab Abu Bakar, siapa yang menjenguk orang sakit? Aku jawab Abu Bakar, dan siapa yang bersedekah hari ini?aku jawab Abu Bakar. Di waktu pagi saja, Abu Bakar sudah mengamalkan tiga amal kebajikan sebanyak itu. Itulah ciri-ciri hamba-hamba Allah yang selain pemaaf mereka juga beribadah di waktu malamnya. Allah SWT berfirman: والذين يبيتو...