Oleh: Dewi Nurul Qomariyah
(Ponpes Al Furqon,
Driyorejo Gresik)
Ibu begitu juga ayah adalah Orang-orang Yang wajib dihormati, tidak semua orang punya anak, akan tetapi semua orang yang hidup selain nabi Adam dan nabi Isa pasti dilahirkan dari kedua orang tua. dulu di zaman nabi saw ada suatu cerita sahabat Nabi yang bernama ‘AlQoma, dia sangat taat menjalankan ibadah akan tetapi dia itu durhaka
kepada ibunya, kedurhakaannya adalah ia lebih mementingkan isterinya daripada
ibunuya sendiri.
Sehingga
datanglah waktu sakaratul maut, dia tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid
syahadat La ilaaha Illallah, diapun
berat sekali dalam menghadapi sakarat maut ini.Setelah itu
Nabi mengutus sahabat kerumahnya ibunya untuk meminta maaf atas kesalahan Anaknya,
akan tetapi sang ibu masing bergeming untuk memaafkannya. Hingga baginda Nabi saw
menyuruh beberapa Sahabat beliau untuk mengumpulkan kayu bakar untuk membakar ‘AlQoma
lalu didatangkanlah ibunya untuk meminta maaf kepada anaknya.Sesudah ibunya
memaafkannya, ‘AlQomapun meninggal dunia dalam kedaan sudah diampun dosanya
kepada ibunya.
Allah berfirman:
وَوَصَّيْنَا
ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ
كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ
أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ
نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ
صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ
وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِين
“Kami
perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah
(pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga
apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah
Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat
amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi
kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan
sesungguhnya aku termasuk orang-orang berserah diri".
(QS. Al Ahqaf:15)
Dari dalil Al Quran diatas dan cerita dari sahabat Nabi kita
mengambil pelajaran bahwasannya seorang anak harus taat kepad orang tua.kalau
anak yang durhaka maka akan di beri siksaan oleh Allah SWT.dan juga ridhonya
Allah tergantung ridhonya kedua orang tua.
Menurut pendapat saya berbakti kepada orang tua adalah
sangatlah penting dan sebuah kewajiban. Berbakti kepada orang tua tidaklah
terbatas semasa hidupnya, setelah meninggal pun kewajiban berbakti kepada orang
tua tidaklah terputus dan harus diamalkan. Namun kebanyakan pada zaman sekarang
ini ingat akan kebaikan orang tua ketika ajal menjemputnya.Wallahu A’lam
mantaps
ReplyDelete